BAHAN AJAR

MELAKSANAKAN KERJA PERHIASAN

I Bengkel

I.1.  Meja-Kerja Tukang Perhiasan

Konstruksi yang stabil akan dapat mencegah timbulnya gerakan-gerakan meja yang mengganggu. Penerangan yang bagus ke satu titik, ke tempat barang perhiasan yang sedang dikerjakan itu jelas akan banyak menambah mutu hasil kerjanya nanti.

1 Meja Perhiasan dengan tempat beram dari kulit

Gambar 2 Meja Kerja Perhiasan dengan tempat beram laci

Perkakas-perkakas kecil yang paling penting dapat diletakkan secara teratur di sekeliling permukaan meja supaya mudah mengambilnya.

Pelat kuningan atau besi untuk pelindung tempat barang perhiasan yang sedang dikerjakan, yaitu tempat yang penggunaan nyala apinya dapat mengenai permukaan meja ketika sedang menyolder dan sedang memudakan/memijar-dinginkan barang perhiasan yang sedang dikerjakan itu.

Laci-laci digunakan untuk tempat potongan-potongan logam yang berjatuhan.

Ketinggian meja

Untuk memastikan posisi duduk yang sehat ketika sedang bekerja (yaitu dengan punggung selalu tegak!), maka meja harus cukup tinggi. Selagi masih muda, tidak akan mengalami rasa sakit di punggung; akan tetapi, begitu kita bertambah usia,maka semakin tua, kita pun akan mulai menyesali kesalahan kita di masa muda itu.

Letak lampu penerangan

Lindungi kedua belah mata dari sinar lampu penerangan yang datang secara langsung ketika sedang bekerja. Sehingga dengan demikian, pekerjaan tidak akan cepat melelahkan, dan dapat melihat secara jauh lebih baik pada apa yang sedang dikerjakan, dan konsentrasipun akan dapat berlangsung secara jauh lebih lama pula. Dengan begitu, lampu penerangan yang baik akan menjadi suatu keharusan!

Meja terlalu rendah Tinggi lampu cukupTinggi lampu cukup            Meja terlalu rendah

Gambar 3 posisi lampu kerja

Gambar 4 Lampu kerja perhiasan

I.2. Peralatan

Alat-alat dan Perlengkapan

Pada dasarnya, menurut standar internasional, alat-alat itu dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu alat-alat tangan manual untuk membuat perhiasan, dan peralatan electric dan semi mesin.

I.2.1. Alat-alat Tangan Manual

Palu, gergaji, kikir, gunting, tang, pinset, pelat penarik, ragum, ampelas, dsb.

Berbagai perkakas kecil untuk menggravir, mengukir, chasing/membuat desain dari depan (lawannya repoussé/membuat desain dari belakang), filigri (Jw.: trap-trapan), memasang batu permata, dsb.

peralatan pemanas api yang besar maupun yang kecil, arang kayu, cetakan untuk membuat kawat maupun lembaran logam, dsb.

Gambar 5 Palu Perhiasan

Gambar 6 Gergaji Perhiasan

Gambar 7 Tang Pembentuk

Gambar 8  Gunting Plat

Gambar 9  Gunting Patri

Gambar 10 Pinset

Gambar 10 Landasan Pematrian

Gambar 11 Gerinda Meja

Gambar 12 Peralatan untuk Pasang Permata

Gambar 13 Digital Caliper

Gambar 14 Mata Bur Bola

Gambar 15  Mata Bur Tenda

Gambar 16 Mata Bor Spiral

Gambar 17 Pembentuk Cincin

Gambar 18 Landasan Pembentuk

Gambar 19 Pembentuk Gelang

Gambar 20 Landasan Alur

Gambar 21 Landasan Rata

Gambar 22 Batang Pembentuk Pipa Tempat Permata

Gambar 23 Pengerok dan Pengkilap

I. 2.2. Perlengkapan modern

Bengkel Canai (penggiling/penggilas), mesin polish, bor gantung, sistem cetak lilin, mesin pembuat rantai, pembersih ultrasonik, mesin penjungkir-balik, dsb.

Gambar 24 Pelebur Logam Electric

Suatu pendapat yang salah telah tersebar luas di kalangan para perajin; ketika mereka melihat barang-barang perhiasan Barat, mereka mengira bahwa semuanya itu dibuat dengan perlengkapan modern yang serba canggih! Padahal sebagian terbesar dari barang-barang perhiasan yang dipajang di majalah-majalah itu masih dibuat secara manual dengan alat-alat tradisional (kecuali barang-barang perhiasan yang diiklankan oleh perusahaan-perusahaan yang menjualnya secara grosir/dalam jumlah besar). Kebanyakan dari produksi massal itu dilakukan dengan teknik cetak lilin sentrifugal; akan tetapi, sepotong barang perhiasan yang dicetak sendiri masih memerlukan pemberian sentuhan akhir yang bagus dengan alat-alat tradisional.

Pada dasarnya, alat-alat tanganl dari perajin emas Jerman itu sangat mirip dengan alat-alat tradisional dari tukang perhiasan di Indonesia. Sedangkan mutu alat-alat tradisional itu memang bervariasi (berbeda-beda), tentu saja. Yang membuatnya berbeda adalah waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan barang perhiasan ini. Misalnya, Anda akan melihat barang-barang perhiasan yang dipajang di majalah-majalah itu memerlukan waktu pengerjaan selama tiga hari  (24 jam dari pekerjaan rincinya).

Yang penting untuk disadari adalah bahwa barang-barang perhiasan yang bernilai seni tinggi itu diciptakan melalui keahlian/keterampilan para perajinnya beserta lamanya waktu yang diperlukan untuk mengerjakannya, dan biasanya mereka tidak kekurangan perkakas yang dapat menyebabkan terciptanya barang-barang perhiasan yang bermutu rendah itu!

Alat-alat tanganl yang di anjurkan untuk setiap bengkel adalah:

- sebuah penjepit (ragum) yang kokoh dan yang dipasang di atas meja yang kokoh pula (untuk membengkokkan, menarik kawat (Jw.: ngurut kawat), dsb., sehingga menjadi perkakas yang benar-benar serba-guna)

Gambar 25 Ragum Tangan

- bor gantung (untuk melakukan pekerjaan yang rinci, seperti memasang batu permata, membor lubang-lubang scara presisi/sangat akurat, mengampelas secara cepat bagian dalam cincin, dsb.

Gambar 26 Bor Gantung

- Sebuah tang tambahan, yang dibuat sendiri dari tang rata, untuk membengkokkan tanpa harus meninggalkan bekas luka

Gambar 27 Tang dengan mulut rata

Gambar 28 Tang dengan satu bagian atas rata dan bagian lainnya setengah bulat

- kikir yang cukup jumlahnya dengan keras, ukuran, dan bentuk yang berbeda-beda

Gambar 29 Kikir

Gambar 30 Needle File

- Mesin penggosok dengan piringan kain

Gambar 31 Mesin Polis Gosok Berputar dengan Piringan Kain

Gambar 32 Mesin Polis Bergoyang

Tambahan untuk bengkel produksi massal

- Pembersih ultrasonik (untuk memudahkan pekerjaan pembersihannya setelah digosok halus dengan mesin penggosok berbantalan)

- Bengkel canai untuk memproduksi secara lebih cepat segala ukuran kawat maupun lembaran logam yang diperlukan itu

I.1.3. Bengkel

Tata-letak Bengkel

Tata-letak bengkel harus dapat menciptakan kondisi kerja yang sebaik mungkin. Semakin banyak orang yang bekerja di satu tempat produksi, akan semakin penting pula untuk menciptakan bagian-bagian yang terpisah buat setiap jenis kerja.

Tempat-tempat, yang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan yang halus, harus dipisahkan dari tempat-tempat, yang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan yang menghasilkan suara bising, suhu panas tinggi, atau debu yang banyak (sehingga diperlukan ruangan-ruangan yang terpisah). Peredaran udara yang cukup, penerangan yang baik, meja-mja yan bagus, dan unit produksi yang bersih, semuanya itu merupakan suatu keharusan untuk memproduksi barang-barang perhiasan.

Orang yang bekerja selama 8 jam sehari hanya dengan satu bola lampu listrik tanpa tudung lampu hanya akan membuat matanya menjadi sangat kelelahan di petang hari. Pemusatan pikirannya akan menurun, matanya akan rusak, barang yang dikerjakanya tidak dapat diamati secara tepat: Sungguh-sungguh suatu pemborosan tenaga yang sia-sia! Padahal, tudung lampu dapat kita buat sendiri!

Setiap pekerja seharusnya punya lampu sendiri. Siapa yang dapat mengharapkan hasil pekerjaan yang bagus mutunya dari orang yang tidak punya kesempatan bahkan hanya untuk melihat secara semestinya apa-apa yang sedang dikerjakannya? Jika Anda mau mempertimbangkan persoalan itu secara sungguh-sungguh, maka Anda akan dapat melihat bagaimana pentingnya kondisi kerja yang baik itu demi kebaikan dan keuntungan buat semua orang yang terlibat di dalamnya.

Di beberapa bengkel di Nepal, saya telah melihat kondisi kerja yang sangat buruk, yang sebenarnya masih dapat diubah bahkan hanya dengan investasi yang sangat kecil sekali pun (yang menyangkut hanya sekitar beberapa ratus rupiah Nepal, dan sama sekali bukannya ribuan rupiah Nepal!).

Tempat/bengkel produksi itu biasanya memiliki bagian-bagian seperti berikut ini:

1) Bagian perapian: peleburan, pemudaan/pelunakan/pemijar-dinginan, dsb. = panas

2) Unit kerja dengan palu sangat berat, mesin atau alat pencanai/penggilas dan alat penarik (Jw.: pengurutan): produksi kawat dan lembaran logam = bising suaranya

3) Unit produksi untuk pembuatan barang perhiasan yang sesungguhnya

4) Bagian untuk mengampelas dan menggosok dengan mesin polish

5) Bagian untuk membersihkan – tempat untuk membersihkan asam, membersihkan dengan alat ultrasonik, dengan oksidasi

6) Pemasangan batu permata, perakitan, dsb.

7) Kendali mutu – tempat di mana setiap tahap produksi harus diperiksa mutunya, dan barang perhiasannya pun harus sudah diperiksa sebelum meninggalkan unit produksi itu

Pemilik tempat produksi, yang tidak peduli pada kondisi tempat kerja yang baik, pasti akan mengabaikan: kesehatan para pekerjanya, produkivitasnya, dan juga mutu hasil kerjanya. Sehingga keuntungan pemilik usaha binis itu sudah jelas akan kecil saja, dan semua orang pun akan tidak bahagia! Para pedagang grosir yang cerdas pasti membantu para produsennya dengan investasi berupa alat-alat produksi yang lebih baik. Dengan demikian, para produsen dan para pembeli grosir mereka harus bergabung dalam suatu kerja tim, lalu mendiskusikannya, merencanakannya, dan melaksanakannya.

I.2. Bahan

I.2.1. Logam Mulia

Logam yang bahasa Inggrisnya ‘metal’ berasal dari kata kerabatnya ‘metallan’ dalam bahasa Yunani, atau kata ‘metallum’ dalam bahasa Latin, yang kedua-duanya berarti “logam  atau barang tambang.” Kerajinan logam termasuk perhiasan telah dan masih dibuat dari banyak bahan lainnya, tetapi pembuatan perhiasan masih tetap merupakan seni dan teknologi yang menggunakan logam. Lebih dari 70 logam murni yang ada, sekitar 40 memiliki arti yang penting dalam perdagangan, dan hampir separo dari jumlah itu digunakan dalam perhiasan itu sendiri, atau untuk membantu dalam pembuatan perhiasan dan pekerjaan menggosok batu mulia, sedang yang lainnya untuk seni kerajinan logam lainnya.

I.2.1. 1.EMAS

Nama asli        : Gold Au 79

Berat atom      : 197.2

Berat Jenis      : 19.32

Titik lebur        : 1063ºC

Gambar 7 Emas Murni Dalam Bentuk Batangan

Tabel 1

Standar karat emas Internasional

Pada kandungan emas 14K, misalnya, berarti 14 bagian dari 24 bagian merupakan emas murni, sedangkan 10 bagian lainnya adalah campuran jenis logam lain yang bukan emas murni, dan biasanya tembaga murni (alloy tembaga).

I.2.1..2. PERAK

Gambar 15 Perak Murni (Jawa: acir)

Nama asli        : Silver Ag 47

Berat atom      : 107.88

Berat jenis       : 10.50

Titik lebur        : 960.5ºC

Perak atau argentum (bahasa latin), dengan lambang Ag dalam Ilmu Kimia. Dalam keadaan murni perak cukup lunak. Logam ini berwarna putih dan dapat dipoles menjadi halus. Perak dapat dikerjakan dengan cara dituang, ditempa, digiling, diregang, dengan mudah, dan dapat dibuat menjadi lembaran-lembaran sangat tipis atau menjadi benang yang sangat halus. Perak merupakan penghantar listrik yang sangat baik, melebihi tembaga. Di dalam udara perak sukar beroksidasi, demikian pula pada suhu yang tinggi, sifat ini tetap bertahan. Terhadap asam-asam tertentu, perak cukup tahan. Perak juga tidak termakan oleh basa (alkali). Perak dapat ditemukan dalam keadaan murni, dalam bentuk persenyawaannya dengan belerang dan dengan logam lain. Untuk mengeluarkan belerang, bijih-bijih perak dipanggang berulang kali seperti halnya mengerjakan logam lain yang mengandung belerang. Untuk memisahkan perak dari logam-logam lain, pengerjaan dilakukan dengan cara elektrolisa. Perak banyak digunakan di dalam tehnik listrik dan juga digunakan untuk melapisi logam yang lain. Selain itu perak juga banyak digunakan untuk perhiasan, perlengkapan rumah tangga dan sebagainya. Untuk pembuatan soldir (patri) keras, biasanya logam patri dicampur dengan perak agar mudah mencair dan cairnya sempurna untuk pematrian. Perak dapat ditempa untuk membuat bermacam-macam perhiasan dan souvenir. Juga dapat digunakan untuk alat-alat perlengkapan rumah tangga. Penyelesaiannya dengan poles atau sangling.

Tabel 2

Logam Mulia

Logam    Titik Lebur          Berat Jenis

Perak        960°C                         10,5

Emas          1.063°C                    19,3

Platina     1.774°C                      21,5

Logam mulia tidak bereaksi dengan oksigen, sehingga dengan demikian tidak akan menjadi berkarat. Logam-logam ini tahan karat. Berat jenisnya tinggi, titik leburnya relative juga tinggi.

Tabel 3

Campuran logam mulia

Emas    Perak   Tembaga   Platina   Paladium

Perak              935**              —           93,5%          6,5%      —                 —

Emas Kuning           18K=750        75%       12,5%          12,5%    —                 —

Emas Kuning           14K=585        58,5%    20,5%          21%       —                 —

Emas Merah 18K=750        75%       —                 25%       —                 —

Emas Putih   18K=750        75%       —                 —           —                 25%

Platina                    960        —           —               4%           96%             —

Tabel 4

Bukan Logam Mulia

Bukan logam mulia             Tembaga       Seng              Besi                Timah

Simbol kimia             CU                  ZN                   FE                   SN

Titik lebur                   1.083°C          420°C             1.535°C          232°C

Berat jenis*               8,9                   7,1                   7,9                   7,2

Berat jenis = berat 1 cm kubik (cm3) dalam gram.

1 cm kubik = kubus, yang sisi-sisinya punya panjang 1 cm.

Berat jenis air = 1. Ini berarti: 1 cm kubik air beratnya 1 gram (pada suhu 4°C)

1000 cm kubik air (= 1 liter) beratnya 1000 gram = 1 kg.

1 cm kubik perak (murni) beratnya 10,5 gram.

Tabel 5

Rumus untuk Solder-Perak

Perak  + Tembaga    + Seng           = 100%

Jerman          776 (keras)                77,6                14,8                7,6       = 100

700 (medium)                       70,0                19,5                10,5    = 100

636 (lunak)                63,6                24,9                11,5    = 100

AS                   750 (keras)                75,0                22,0                3,0       = 100

700 (medium)                       70,0                20,0                10,0    = 100

650 (lunak)                65,0                20,0                15,0    = 100

Bali/Indonesia750 (sangat keras) 83,3                10,8                5,9       = 100

Tabel 6

Massa Jenis Logam Mulia

Logam Campuran         Massat Jenis       Logam Campuran         Massa Jenis

Perak 925                              10,3                Emas Putih 18 K / 750        16,4

Emas Kuning 18 K / 750    15,4                Emas Putih 14 K / 585        14,8

Emas Kuning 14 K / 585    14,1                Platina 960                            20,3

Rumus untuk Solder-Emas

Rumus-rumus ini sangat dirahasiakan di Eropa. Untuk emas 18K / 750, solder 18K / 750 itulah yang harus digunakan. Sehingga, dengan demikian, logam campuran soldernya akan mengandung 75% emas + perak + tembaga + seng. Cobalah untuk Anda uji-coba sendiri.

Semua logam untuk membuat campuran logam itu harus murni. Termasuk tembaga juga.

Melebur dan mencampur logam itu harus selalu mengikuti aturan yang sama: Pertama-tama, leburlah hampir semua logam mulia itu, kemudian gabungkanlah yang lain-lainnya itu satu per satu. Misalnya: emas kuning … pertama-tama, leburlah emasnya, kemudian peraknya, dan akhirnya tembaganya. Ini berarti secara praktis mencegah terjadinya oksidasi sampai sesedikit mungkin.

Bukan logam mulia dapat bereaksi dengan oksigen: sehingga logam-logam itu dapat berkarat dan tidak tahan karat. Berat jenisnya rendah, titik leburnya sangat bervariasi.

I.2.2. Campuran logam bukan mulia

Dua unsur logam atau lebih dapat digabungkan menjadi senyawa atau ‘logam campuran’. Hal ini dilakukan untuk mengubah ciri visualnya, seperti warna, atau ciri pengerjaannya, seperti meningkatkan kekerasan, kepadatan, tahan korosi / tahan karat, atau untuk menurunkan titik lebur dari logam bernilai rendah di dalam logam campurannya. Pemanasan dan peleburan juga digunakan untuk mencampur dan menyatukan komponen-komponennya. Sebuah logam campuran dari dua logam adalah ‘logam campuran biner‘, dan logam campuran dari tiga logam adalah ‘logam campuran ternier‘. Logam campuran itu dapat mengandung lebih dari tiga logam, sehingga ratusan logam campuran dapat muncul. Logam bernilai rendah dapat bercampur sesamanya, dan juga dapat bercampur dengan logam mulia maupun logam besi. Logam campuran dengan logam mulia masih dapat dianggap sebagai “logam mulia” selama perbandingan bakunya yang telah dikenal tetap dipertahankan di mana logam mulianya biasanya masih mendominasi.

I.2.2.1. Logam Kuningan

Kuningan adalah campuran logam dari tembaga dan seng. Kuningan yang kuning mengandung 58% sampai 85% tembaga dan 42% sampai 15% seng. Logam campuran kuningan yang lunak, yang cocok untuk dipahat/diukir, mengandung 85% tembaga. Kuningan yang cocok untuk dicetak mengandung 63% sampai 68% tembaga. Perunggu adalah logam campuran dari tembaga dan timah. Kandungan tembaganya 80% sampai 94%.

I.2.3. Peraturan Penyetempelan Internasional

Standar penyetempelan perak itu adalah 925 (= perak Sterling) di seluruh dunia. Standar penyetempelan emas ternyata berbeda antara di AS (18K, 14K, 10K) dan di Eropa (750, 585). Emas murni 24K = 1000. Platina yang disetempel Pt. harus memiliki kemurnian minimum 95%.

Undang-undang untuk menguji kemurnian barang-barang perhiasan yang disetempel itu adalah sbb.: barang-barang perhiasan (seperti cincin, anting-anting, dsb.) itu seluruhnya harus dilebur dan logam batangannya diuji. Dengan cara seperti ini, akan ada campuran logam mulia + solder di dalam logam batangan itu.

Barang-barang perhiasan dari perak harus dibuat dari campuran logam yang lebih tinggi daripada yang disetempelkan (lebih tinggi dari 925) untuk mengimbangi soldernya yang lebih rendah (misalnya: 700). Logam batangannya, semuanya, minimum harus 925. Barang-barang perhiasan dari emas harus dibuat dari campuran logam emas dan solder emas yang sama kemurniannya

Tanda resmi yang disetempelkan pada barang-barang perhiasan itu merupakan suatu keharusan di Swiss dan Inggris. Periksalah bersama-sama dengan pelanggan Anda sebelum mengekspornya ke negeri-negeri ini.

I.2.4. Logam Dasar

I.2.4.1. Tembaga (logam berat)

Gambar 23 Alloy Tembaga Murni

Gambar 24 Pelat Tembaga

Nama asli        : Copper Cu 29

Berat atom      :63.54

Berat jenis       : 8.96

titik lebur          : 1083ºC

Dalam Ilmu Kimia, tembaga diberi lambang Cu, merupakan singkatan cuprum (bahasa Latin). Tembaga adalah suatu logam berat yang berwarna merah. Pada bekas patahannya logam tersebut berwarna lebih tua. Berat jenis tembaga berkisar antara 8,70 – 8,93. Hal ini tergantung dari cara pengolahannya. Tembaga murni bersifat sebagai penghantar listrik dan panas yang sangat baik. Suhu cair tembaga terletak 1093 derajat celcius. Dalam keadaan cair, tembaga sangat kental dan mudah menerima gas-gas dari udara, terutama oksigen. Keadaan ini akan mengakibatkan keadaan tembaga tersebut keropos bila sudah membeku. Tembaga murni mudah dikerjakan dengan cara ditempa, digiling, diregang, dalam keadaan dingin maupun pijar. Setelah beberapa kali logam ini dikerjakan dalam keadaan dingin, akan berubah menjadi keras dan getas. Untuk melunakkan kembali, tembaga tadi dibakar sampai dengan suhu kurang lebih 300 derajat celcius, kemudian didinginkan di udara terbuka atau di dalam air. Di samping itu tembaga tembaga murni sukar dikerjakan dengan perkakas potong dan sukar pula dituang atau dicor. Tembaga di dalam udara kering cukup tahan, tetapi di udara basah permukaannya akan mendapat lapisan zat yang berwarna hijau, sebagai akibat terjadinya oksidasi. Lapisan ini justru berguna sebagai pelindung terhadap kerusakan yang lebih ke dalam lagi. Terhadap zat-zat kimia tembaga tahan, misalnya terhadap asam sulfat dan asam klorida encer, tetapi tembaga akan termakan olrh asam hidrat encer dan pekat, serta asam sulfat pekat. Tembaga dalam bentuk kawat dan plat tebal dapat ditempa menjadi bermacam-macam bentuk perhiasan dan souvenir. Ada juga yang dikombinasi dengan macam-macam batu permata dan dilapis perak atau emas.

I.2.5. Logam dan Logam-campuran

Dua unsur logam atau lebih dapat digabungkan menjadi senyawa atau ‘logam campuran’. Hal ini dilakukan untuk mengubah ciri visualnya, seperti warna, atau ciri pengerjaannya, seperti meningkatkan kekerasan, kepadatan, tahan korosi / tahan karat, atau untuk menurunkan titik lebur dari logam bernilai rendah di dalam logam campurannya. Pemanasan dan peleburan juga digunakan untuk mencampur dan menyatukan komponen-komponennya. Sebuah logam campuran dari dua logam adalah ‘logam campuran biner‘, dan logam campuran dari tiga logam adalah ‘logam campuran ternier‘. Logam campuran itu dapat mengandung lebih dari tiga logam, sehingga ratusan logam campuran dapat muncul. Logam bernilai rendah dapat bercampur sesamanya, dan juga dapat bercampur dengan logam mulia maupun logam besi. Logam campuran dengan logam mulia masih dapat dianggap sebagai “logam mulia” selama perbandingan bakunya yang telah dikenal tetap dipertahankan di mana logam mulianya biasanya masih mendominasi.

I.2.6. Manfaat/Penggunaan Massa/ Berat Jenis

Masa jenis adalah berat suatu benda dengan volume 1 cm³ dalam gram. 1 cm³= adalah kubus yang berukuran panjang sisi-sisinya 1 cm. Massa jenis air adalah 1. Artinya 1 cm³  beratnya 1 gram (pada suhu 4ºC) 1000 cm³ beratnya 1000 gram= 1 kg.

I.2.6.1. Menghitung beratnya sebelum Anda membuat sepotong barang perhiasan itu sangat penting artinya, terutama untuk barang perhiasan dari platina dan emas, maupun untuk barang perhiasan dari perak yang dibuat dalam jumlah banyak. Perhitungan itu didasarkan pada volume logam (cm3) dari barang perhiasan itu dan berat jenis (gram/cm3) dari campuran logamnya.

Misalnya: cincin emas yang harus dibuat dari emas kuning 18 K / 750.

Gambar 33 contoh cincin emas yang harus dibuat dari emas kuning 18 K / 750

Keterangan gambar:

2 mm; 12 mm; > Tempat kedudukan dari 8 lubang;

titik potong cincin 12 mm; 2 mm;

8 lubang dalam bentuk persegi; 7 mm;

Rumus: Volume  (V1) dari cincin pejal – Volume  (V2) dari 8 lubang = Volume  (Vr) dari cincin.

V1: Cincin yang dibuat dari sabuk emas sepanjang 60 mm.

6,0 cm x 1,2 cm x 0,2 cm = 1,44 cm3

V2: Volume dari 1 lubang x 8

(0,7 cm x 0,7 cm x 0,2 cm) x 8 = 0,784 cm3

Vr: V1 – V2

1,44 cm3 - 0,784 cm3 = 0,656 cm3

Rumus: Volume  cincin (Vr) x berat jenis dari campuran emas (15,4 gram / cm3)

0,656 cm3 x 15,4 gram / cm3 = 10,10 gram.

Berat cincin emas dalam emas kuning 18 K / 750 akan menjadi 10,10 gram. Perhitungan ini akan berguna untuk menaksir, termasuk perhitungan-perhitungan untuk mempertimbangkan kelompok sasaran pasar.

I.2.6.2. Begitu Anda mengetahui volume sebuah desain, maka Anda pun dengan menggunakan sebuah daftar berat jenis akan dapat menghitung berat campuran logam apa pun:

Berat cincin dari contoh kita (di atas) itu akan menjadi: dalam perak 925 = 6,76 gram, dalam platina 960 = 13,32 gram.

I.2.6.3. Anda sudah punya contoh dari perak dan ingin mengetahui beratnya dalam logam campuran lainnya

Misalnya: Anda punya cincin perak 925 yang beratnya 8,8 gram dan ingin mengetahui beratnya dalam logam emas kuning14 K / 585.

Rumus: berat contoh : berat jenis contoh logam campuran x berat jenis contoh logam campuran yang baru

8,8 gram : 10,3 gram / cm3 x 14,1 gram / cm3 = 12,5 gram (emas kuning14 K / 585)

I.2.6.4. Dalam teknik cetak lilin sentrifugal, berat jenis digunakan untuk menghitung berat cetakan berdasarkan berat model lilin. Karena lilin memiliki berat jenis yang mendekati 1 gram / cm3, maka rumusnya:

Rumus: berat contoh : Berat model lilin dalam gram x berat jenis logam campuran x 1,115 (faktor koreksi diperlukan karena berat jenis lilin tidak tepat sama dengan 1).

Contoh: Berat model lilin = 0,5 gram. Yang harus dicetak dengan perak 925.

0,5 gram x 10,3 gram / cm3 x 1,115 = 5,74 gram dari perak 925.

Selama proses pembuatan model lilin, senimannya dapat memeriksa beratnya. Jika perlu, maka akan menjadi jauh lebih mudah untuk membuat model lilin yang lebih tipis dan lebih ringan, dan bukannya baru sadar setelah cetakan pertamanya ternyata menjadi terelalu berat.

I.3. Teknik dan Mutu

Lembaran logam dan Kawat

Perhiasan buatan tangan itu dapat dibuat dari lembaran logam dan kawat. Produksi perhiasan yang bagus mutunya juga memerlukan lembaran logam dan kawat yang bagus mutunya.

I.3. 1. Mencetak logam batangan

I.3.1.1.Pelaksanaan mencetak harus dilakukan secara sangat hati-hati, tidak boleh terlalu panas ketika memanaskan logamnya yang telah mencair sebelum mencetaknya. Logam yang telah mencair tetapi masih mengandung gelembung-gelembung udara justru akan menghasilkan gelembung-gelembung udara juga di dalam logam batangan yang akan tercetak nantinya. Logam cair yang terlalu dingin juga akan menghasilkan hasil cetakan yang tidak merata, karena tidak semua partikelnya ada dalam keadaan cair yang sempurna.

I.3.1.2.Mould (cetakan yang akan dituangi logam cair) itu harus dihangatkan sebelum pencetakan dilakukan (yaitu kira-kira mulai suhu 200°C sampai 300°C. menuangkan logam cair ke dalam mould yang dingin hanya akan menimbulkan kejutan yang luar biasa pada logam campurannya, sehingga mengakibatkan rusaknya struktur kristalnya.

I.3.1.3.Sebelum pencetakan dilakukan, kowi (wadah tempat melebur logam dan menuangkan logam cair) harus diletakkan serendah mungkin di atas mould (cetakan yang akan dituangi logam cair) itu. Jika tidak, maka aliran logam cairnya akan menangkap terlalu banyak udara selama perjalanannya dari kowi ke mould.

I.3.1.4. Menempa logam batangan dengan palu yang berat akan secara sempurna memadatkan struktur logam campuran (dengan demikian, logam batangan itu akan jauh menjadi lebih merata dan juga akan jauh menjadi lebih tidak rapuh).

Gambar 34 struktur molekul-molekul pada batangan

I.3.5. Membuat kawat

Selain kawat bundar dan setengah bundar, manfaat dari bentuk-bentuk lainnya, seperti persegi dan segi tiga, akan menambah kayanya desain beserta berbagai kemungkinan tekniknya.

Alat-alat kerja yang dianjurkan untuk

Pelat-tarik (Jw.: pengurutan)

Kawat bundar, setengah bundar, dan persegi halus

Mesin canai/penggilas

Kawat setengah bundar, persegi besar

Dadu, Kawat setengah bundar, segi tiga

Pembuatan kawat setengah bundar dengan pelat-tarik (Jw.: pengurutan):

Bagian atas dari dua potong kawat bundar dan persegi disambung dengan menyoldernya. Lalu tariklah melalui pelat tarik (Jw.: pengurutan) yang lubangnya bundar untuk membuat dua kawat setengah bundar.

Bagian atas yang disolder

Gambar 35 Pencanaian

I.4. Memudakan/melunakkan/ memijar-dinginkan:

Setiap kali logam diubah bentuknya dengan menempa, menggiling/menggilas, menarik (canai), dsb., maka struktur kristalnya akan terentang, sehingga retak/pecah, jika perentangannya itu berlebih-lebihan. Dengan demikian, logam (campuran logam) itu harus dimudakan/dilunakkan/dipijar-dinginkan lagi untuk membuat struktur kristalnya menjadi teratur kembali seperti sedia-kala sebelum benar-benar menjadi retak/pecah sama sekali.

Gambar 36 Pelunakan kembali

I.5. Penyolderan

Mutu penyolderan itu secara teknis memang sangat penting artinya untuk memastikan kepadatan/kerasnya dan keawetannya. Lakukanlah semuanya ini dalam keadaan yang sebersih mungkin, karena penyolderan itu juga akan banyak menambah jejak/kesan yang bagus pada perhiasannya setelah diberi sentuhan akhir nantinya.

Kepadatan/kerasnya penyolderan itu bergantung pada 3 faktor utama:

I.5.1. Dua bagian dari logam yang harus disambung dengan solder itu harus dipasang secara tepat.

Gambar 37 Sambungan yang                      sesudah disolder

telah dipasang secara tepat sebelum

disolder

Gambar 38 Sambungan yang                 sesudah disolder

telah dipasang secara buruk

sebelum disolder

Sambungan yang telah dipasang secara tepat dari contoh ini akan menghasilkan kira-kira 300% lebih padat/lebih keras daripada sambungan yang telah dipasang secara buruk! Pedoman dasarnya:

Semakin banyak permukaan (dari kedua potong logam yang akan disambung/disolder itu) yang saling menyentuh satu sama lain, maka akan semakin pdat/semakin keras hasil penyolderan itu jadinya.

I.5.2. Jumlah solder yang tepat

Gambar 39 Jumlah solder yang tepat

Gambar 40 terlalu sedikit (patah)

Gambar 41 terlalu banyak (tampak buruk)

I.5.3. Permukaan yang akan disambung/disolder itu harus bersih. Jangan menyolder permukaan yang berlapiskan oksidasi/karat, lemak, atau kotoran apa pun lainnya.

Kadang-kadang, ada perlunya juga untuk meningkatkan kepadatan/kekerasan hasil penyolderan itu dengan menciptakan ruang permukaan yang lebih besar: jika bagian-bagian yang akan disambung/disolder itu memang akan harus tahan terhadap tekanan yang lebih besar.

Contoh:

A. Staut dari sebuah anting-anting harus disambung/disolder sebaik-baiknya ke anting-anting itu

Gambar 42 Sambungan staut dan anting-anting

Lubang dibuat dengan membor anting-anting. Staut itu bundar bagian atasnya.

lubang tali disolderkan menjadi satu dengan staut itu dan anting-antingnya.

Beberapa kali diskusi dalam beberapa loka-karya tentang peningkatan kepadatan/kerasnya staut. Beberapa perajin perak menyatakan: ‘Terlalu banyak waktu yang diperlukan untuk memasang sambungan-sambungan itu sampai sempurna.’ Nah, marilah kita hitung 10 detik untuk setiap sambungan yang dipasang secara sempurna. Jadi, untuk 100 anting-anting akan menjadi 17 menit. Waktu 17 menit untuk menghasilkan 100 staut itu akan membuat anting-anting tersebut akan tidak mudah patah!

Tidak menyediakan waktu untuk hasil kerja dengan mutu yang bagus itu akan berarti: Banyak hasil kerja yang ditolak, perbaikannya yang mahal, atau para pelanggan yang menjadi kecewa.

B. Sambungan pada sebuah cincin harus tahan untuk ditempa.

Gambar 43 sambungan cincin sederhana 50% lebih kuat

Gambar 44 Sambungan sederhana 50% lebih kuat.

Gambar 45 Sambungan sederhana 100% lebih kuat

I.6. Bentuk

Untuk mencapai bagian-bagian yang rata dan datar dari perak (emas) tanpa cacat, maka lembaran logam itu harus ditempa dengan palu yang hampir datar/rata pula sebelum menyambungnya dengan bagian-bagian yang lainnya. Dengan cara ini, bagian yang datar/rata itu akan menjadi sedikit cembung seperti kubah. Hanya kalau menjadi sedikit cembung seperti kubah inilah, maka di bagian yang datar/rata itu tidak akan menjadi peot/penyok, sehingga setiap titik akan dapat dibersihkan dan digosok dengan mudah sampai mengkilap.

Gambar 46 mengatasi plat logam yang peot

Persilangan (penampang melintang) dari lembaran logam sebelum ditempa.

Palu dan Landasan (Jw.: paron)

Persilangan (penampang melintang) dari lembaran logam setelah ditempa, agak cembung/seperti kubah.

Teknik membentuk lembaran logam bersama-sama dengan ketebalan yang layak dari lembaran logam ini sangat penting artinya untuk menghindari peot-peot/penyok-penyok yang membuat penampilannya menjadi buruk pada perhiasan yang sudah diberi sentuhan akhir nanti. Perhiasan yang kebanyakan dibuat ora itu ng memiliki penampilan yang tidak bersih seperti ini! Setiap kali bentuk-bentuknya dibuat dengan ditempa di atas landasan (Jw.: paron), maka baik palunya maupun landasannya (Jw.: paron-nya) harus bersih pula. Karena kotoran, karat, dan noda apa pun pada permukaannya itu nantinya akan ditempa sehingga dapat masuk ke dalam permukaan lembaran logam.

1         2       3      4          5

Gambar 47 membuat pipa

Ketika lembaran logam dibentuk menjadi pipa-pipa yang bundar (5), maka pipa-pipa ini harus ditarik/diurut dengan pelat penarik (Jw.: pengurutan) yang bundar lubangnya. Setelah kira-kira 3 lubang, maka logamnya harus dipijar-dinginkan, dan kemudian ditarik/diurut lagi melalui lubang yang sama. Dengan cara ini, garis pemisahnya dapat ditutup, dan kemudian disolder setelah itu. Setelah disolder, garis itu dibersihkan dari semua sisa soldernya, dan pipanya ditarik/diurut lagi melalui lubang yang ukurannya sesuai dengan yang diinginkan.

I.7. Memasang Batu-permata

Jenis-jenis pemasangan batu-permata banyak sekali dan berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Tiga jenis yang utama: pemasangan dengan bezel (dengan alur untuk mencengkeram batu permata), pemasangan dengan cakar, dan pemasangan dengan menutup/melapisi. Sekarang ini, di Eropa, pemasangan batu-permata dengan cakar sudah dianggap sebagai ketinggalan jaman. Dengan demikian, mutu pemasangan batu-permata yang bagus itu akan bergantung pada: tebalnya bahan (setebal mungkin), penyolderan yang akurat/tepat, bentuk dan ukuran yang tepat sehingga pas dengan batu-permatanya, cakar atau bagian tepi yang tertutup secara sempurna sehingga benar-benar pas dengan batu-permatanya. Dalam perhiasan itu, kebanyakan, batu-permatanya dipasang dan bukannya dilem dengan perekat.

Ketebalan bahan yang dianjurkan untuk bezel (alur untuk mencengkeram batu permata)

I.7.1. Ukuran batu-permata: semakin besar batu-permatanya, akan semakin tebal pula bezel-nya.

perak 935   ø batu-permata = 5 mm tebal bezel = 0,30 mm

perak 935   ø batu-permata = 12 mm tebal bezel = 0,35 mm

perak 935   ø batu-permata = 30 mm tebal bezel = 0,40 mm

I.7.2. Kerasnya logam.

Semakin lunak logam campurannya semakin tebal pula bezel-nya, supaya dapat memiliki kekerasan yang sama.

perak 935   ø batu-permata = 10 mm tebal bezel = 0,32 mm

perak 970   ø batu-permata = 10 mm tebal bezel = 0,40 mm

emas kuning 22K / 916      ø batu-permata = 10 mm    tebal bezel = 0,40 mm

emas kuning 18K / 750      ø batu-permata = 10 mm    tebal bezel = 0,25 mm

Mengenai kerasnya, perak 980 itu secara kasar sama dengan emas 916, perak 935 sama dengan emas 833 / 20 K.

Sedangkan emas kuning 18K / 750 jelas jauh lebih keras daripada perak 935.

emas kuning 14 K / 585 juga jauh lebih keras dari emas kuning 18K / 750!

Sesungguhnya, untuk perajin emas, memang tidak menyenangkan penggunaan emas kuning 14 K / 585 untuk membuat perhiasan buatan tangan itu. Emas kuning 8 K / 333 itu luar biasa kerasnya, sehingga pengerjaannya hanya dengan tangan saja jelas nyaris tidak mungkin. Logam campuran dengan Karat rendah yang luar biasa kerasnya ini hanya digunakan untuk perhiasan yang dicetak, dan secara tradisional hanya ada di tiga negara: 8 K / 333 di Jerman, 9 K /375 di Inggris, dan 10 K / 416 di AS. Di semua negara lainnya ternyata cukup pandai orang-orangnya untuk menganggap logam campuran emas di bawah 14 K / 585 sebagai bukan emas. Mereka melarangnya untuk disetempel dengan setempel emas.

Tempat kedudukan untuk batu permata itu dapat dibuat dengan cincin kawat atau sabuk lembaran logam yang ditekuk. Jika pasangan batu permatanya dibuat rendah, maka sering kali tempat kedudukan itu dapat dibuat dari bahan yang digiling halus, yang di atasnya kemudian disolderkan bezel-nya. Batu permata yang dipotong tinggi memerlukan bezel yang tinggi pula untuk dapat mencengkeramnya secara aman.

Gambar 48 Bezel

Perhiasan modern itu kebanyakan dikerjakan dengan pemasangan batu-permata yang rendah. Terutama pada cincin. Karena orang-orang Eropa lebih suka pemasangan batu-permata yang rendah.

Gambar 49 memasang permata paa cincin

Sambungan bezel ini harus disolder  dengan cara seperti ini.

Gambar 50 menyambung bezel

Pemasangan batu-permata dengan bezel yang bersudut-sudut.

Gambar 51 permata bersudut

Bentuk yang lazim dari batu-permata yang bersudut-sudut:

Carre (bujur sangkar) Baguette (persegi panjang) Trapezium Navette Segitiga Belah-ketupat.

Yang sangat sulit adalah memasang batu permata yang bersudut-sudut ke dalam bahan yang tebal, karena sudut-sudutnya kemungkinan akan benar-benar sangat keras sehingga pasti akan melawan ketika harus ditekan ke atas batu permatanya. Biasanya sudut-sudut itu akan tampak jelek (lihat gambar di kanan ini).

Gambar 52 permata segi empat

Untuk itu ada trik (cara) untuk memasang batu permata yang bersudut-sudut ke dalam bahan yang tebal itu. Sebelum batu permatanya dipasang, maka sudut-sudut bezel itu harus dikikir dengan kikir segitiga yang tajam sisi-sisinya.

Bentuk kikir segitiga yang ideal.

Gambar 53 sudut bezel dikikir segitiga

Sudut celah yang dikikir, ditunjukkan oleh sudut dari pojok batu permata. Untuk rinciannya, lihat grafik di halaman berikut.

Gambar 54 celah bentukan kikir dikatupkan

Celah-celah yang dikikir akan tertutup, ketika sisi-sisinya ditekan ke atas batu permatanya.

Anak panah dalam grafik di kanan menunjukkan titik yang harus dikikir untuk membuat celah.

Gambar 55 celah-celah yang perlu dibuat

Sudut untuk batu permata yang berbentuk carre (bujur sangkar)

Sudut 45° yang dikikir         Sudut dari pojok batu permata 90°

45°

Sudut untuk batu permata yang berbentuk navette

Sudut 60° yang dikikir         Sudut dari pojok batu permata 60°

60°

Pemasangan batu-permata dengan cakar

Terutama batu-permata berfaset yang bundar bentuknya (yang dipotong seperti berlian) kadang-kadang dipasang dengan cakar. Batu-permata ini dipasang dipasang dengan 3 sampai 6 cakar. Yang paling lazim adalah dengan 4 cakar

Gambar 56 Penataan gigi dalam Claw setting

Perkakas-perkakas kecil untuk anting-anting, dsb.

I.8. Pengunci rantai

Gambar 57 Kancing-kancing rantai

Perkakas-perkakas kecil untuk anting-anting, dsb., adalah semua bagian mekanis, yang kebanyakan ada di bagian belakang barang perhiasan. Perkakas-perkakas kecil itu akan membuat orang dapat memakai barang perhiasan tersebut, seperti anting-anting, bros, atau untuk mengunci (kalung yang berbentuk) rantai, dsb. Untuk memproduksinya secara missal, sangat dianjurkan untuk menggunakan saja perkakas-perkakas kecil siap pakai yang sudah tersedia di pasaran untuk memastikan standar mutunya yang sama untuk setiap potong barang perhiasan itu.

Gambar 58 kancing eyelet

Pengunci rantai di atas ini sangat sederhana, namun sangat efektif. Kedua lubang eyelet (Jw.: mata ayam) yang besar dan dimasuki batangan itu, disolder menjadi satu sehingga tampak seperti angka “8”. Jika Anda menambahkan angka “8” lagi, misalnya: 5 cm lebih dahulu, maka rantai itu akan dapat dipakai dengan dua macam kepanjangan yang berbeda.

Gambar 59 kancing bentuk lain

Pengunci rantai ini sangat mudah dibuat untuk dapat dipakai secara pas ke rantainya dengan manik-maniknya.

Beberapa pengunci berikut ini dapat juga digunakan untuk gelang.

Gambar 60 bentuk kancing kalung dan  gelang

Gambar 61 kancing gelang bentuk lain

Pengunci dengan pir/per harus dibuat secara sangat hati-hati. Bagian-bagian peraknya dengan efek pir/per itu harus dibuat dari perak 935. Logam campuran perak 970 akan terlalu lunak sehingga tidak cukup ngepir/ngeper.

Untuk membuat pengunci yang istimewa ini memang diperlukan banyak waktu. Sehingga sangat dianjurkan untuk menggunakan pengunci siap pakai yang sudah tersedia di pasaran.

Gambar 62 kancing gelang bentuk rumit

Gambar 63 konstruksi jarum peniti

Perkakas-perkakas kecil untuk anting-anting, dsb.,ini: harus kokoh dan dengan mutu yang juga harus dapat berfungsi secara sempurna. Jika disolder ke barang-perhiasannya, maka semuanya itu harus dibuat dari logam campuran yang sama stempelnya (misalnya: perak 925 atau 750 / emas 18 K).

Gambar 64 lock peniti/bros

Perkakas-perkakas kecil untuk anting-anting: 10 mm

Gambar 65 kancing subang

Garis tengah kawat 0,90 mm. untuk barang-perhiasan dari perak, maka peraknya harus perak 935, supaya cukup keras. Staut-nya harus diperkeras setelah disolder dengan sebuah tang, pilinlah bagian atasnya sampai mendekati 90°.

Panjangnya harus 10 mm. Staut yang lebih panjang kadang-kadang justru menyakitkan. Bagian atas staut secara halus harus dibulatkan supaya tidak menyakitkan ketika  dipaksa masuk ke lubang cuping telinga.

Perkakas-perkakas kecil untuk anting- anting yang berupa penjepit cuping telinga yang harus digunakan itu seharusnya yang sudah siap pakai, karena banyak tenaga yang diperlukan untuk membuatnya secara manual dengan mutu yang bagus. Semakin panjang pir/per-nya akan semakin bagus pula jadinya

I.9. Sentuhan akhir “Perak Biru”

Perajin perak di seluruh dunia, yang punya tradisi membuat barang-perhiasan berornamen, selalu mengalami kesulitan untuk membuat sentuhan akhir yang bagus untuk barang-perhiasan dari perak biasa, semuanya ini akibat kurangnya pengalaman maupun kurangnya pengetahuan. Campuran logam tembaga-perak selalu punya perilaku sangat khusus selama oksidasi. Efek yang sama ini juga terjadi pada perak 970 dan perak 935. selama proses penyolderan atau pemudaan/ pelunakan/ pemijar-dinginan, permukaannya akan berubah menjadi hitam: oksidasi ini dapat kita lihat, dan ini mudah untuk menghilangkannya dengan larutan asam. Tetapi, sayangnya, ada oksidasi lainnya yang terjadi  sedikit di bawah permukaannya, dan yang tidak dapat kita lihat. Selama proses selanjutnya dalam pembuatan barang-perhiasan ini, permukaan itu sebagian akan dapat dihilangkan dengan mengikir / mengampelas/ menggosoknya dengan batang penggosok berbantalan. Tetapi justru pada saat itulah kita dapat melihat bercak-bercaknya yang buruk itu pada bagian-bagian peraknya yang biasa itu.

Gambar 66 Penampang Melintang Lembaran Perak 935

Gambar 67 Sebelum pemanasan/dilunakkan/ dipijar-dinginkan permukaan bersih

Gambar 68 sesudah dimudakan/ dilunakkan/ dipijar-dinginkan

Keterangan:

A         = Oksidasi pada permukaannya

B         = Oksidasi di bawah permukaannya, di sisi dalam lembaran peraknya = “lapisan perak biru”

Istilah “perak biru” itu berasal dari bahasa Jerman. Ini membuat lapisan bagian dalamnya menjadi punya sentuhan yang kebiru-biruan. Untuk dapat melihat bercak-bercaknya secara jelas, maka barang-perhiasan itu harus diperiksa di siang hari (di jendela, atau di luar rumah). Karena di bawah sinar lampu, “perak biru” itu nyaris tidak dapat dilihat sama sekali.

Jika lapisan “perak biru” itu tidak dihilangkan, maka hanya dalam waktu beberapa minggu saja, lapisan “perak biru” itu semakin lama justru akan tampak semakin nyata. Apalagi kalau hanya digosok dengan kapas, maka bercak-bercak itu tidak akan berkurang sama sekali.

I.9.1.Dua cara membersihkan lapisan “perak biru”:

I.9.1.1 Jika bagian perak biasa itu mudah dijangkau, maka penggosokan dengan batang penggosok berbantalan harus dilakukan sampai semua bercak-bercaknya hilang.

I.9.1.2. Jika bagian perak biasa itu tidak dapat dijangkau dengan roda mesin penggosok berbantalan, tanpa menimbulkan kerusakan pada bagian di sekitar ornamennya,, maka proses pembersihan yang dianjurkan adalah:

A. dipoles/digosok sampai mengkilap

B. dibersihkan dengan asam + disikat dengan sikat kuningan yang lunak

C. dimudakan/dilunakkan/dipijar-dinginkan

D. dibersihkan dengan asam + disikat dengan sikat kuningan yang lunak seperti

E.  dimudakan/dilunakkan/dipijar-dinginkan

F.  dibersihkan dengan asam + disikat dengan sikat kuningan yang lunak seperti

G. dipulihkan dari kerusakan akibat penggosokan sampai mengkilap itu dengan kapas penggosok (dan bukan dengan mesin penggosok berbantalan)

Jika penggosokan dengan mesin penggosok berbantalan itu dilakukan lagi, maka bercak-bercak“perak biru” itu pasti akan muncul lagi.

Lapisan “perak biru” itu terjadi akibat pemudaan/pelunakan/pemijar-dinginan atau penyolderan. Dengan demikian, setiap kali kita menggunakan teknik membuang bahan (dengan mengikir, mengampelas, atau menggosok sampai mengkilap dengan penggosok berbantalan), maka sebagian dari lapisan“perak biru” itu pasti akan muncul lagi.

I.10.Teknik mengikir

Penggunaan kikir untuk membersihkan permukaan dari sisa solder, dan membuat bentuknya menjadi akurat itu memang merupakan suatu keharusan untuk mendapatkan sentuhan akhir yang bagus mutunya. Di Nepal, penggunaan kikir telah mendapatkan semacam nama buruk. Hal ini akibat sikap yang salah: Jika saya bekerja secara bersih, maka pengikiran harus dilakukan sesedikit mungkin!” Tetapi, bagaimana pun, kita harus sadar bahwa pada umumnya, perajin perak Nepal itu tidak ahli dalam membuat sentuhan akhir yang bersih karena mereka tidak suka menggunakan kikir.

Teknik mengikir adalah salah satu teknik yang paling penting dalam dunia pembuatan barang-barang-perhiasan di Eropa. Tanpa praktek mengikir maka tidak akan ada perajin perak atau perajin emas Eropa yang mampu menghasilkan barang-perhiasan yang bagus mutunya.

Barang-perhiasan yang bagus mutu sentuhan akhirnya dalam pembuatan secara besar-besaran itu hanya dapat dijamin melalui  bagian kendali mutu.

I.11.Manajemen Produksi

I.11.1. Sistem Kendali Mutu

Kendali mutu adalah alat untuk mengurangi biaya, untuk memuaskan para konsumen, untuk membangun citra pasar yang baik. Barang afkiran adalah salah satu faktor biaya yang paling besar dalam bisnis ekspor-impor. Konsumen yang puas adalah dasar dari hubungan bisnis yang berumur panjang.

Tempat untuk melaksanakan pekerjaan kendali mutu harus punya ruangan dan lampu penerangan yang cukup. Pekerjaan kendali mutu ini memerlukan banyak waktu, sehingga tidak boleh dikerjakan 5 menit sebelum barang-barang meninggalkan perusahaan.

Setiap jenis perusahaan memerlukan sistem kendali mutu yang cocok dengan perusahaan itu. Semuanya itu bergantung pada ukuran dan jumlah pekerjanya, teknik produksinya, dsb. Misalnya: jenis sistem kendali mutu yang cocok untuk perusahaan dengan ukuran menengah.

Kita punya karyawan A, B, C, dan D yang terlibat dalam memproduksi 100 potong barang-perhiasan. A mulai bekerja pada tahap pertama. B dan C mengerjakan tahap 2 dan 3. D bertanggung-jawab untuk kendali mutu yang terakhir, dan menjadi manajer produksi.

Ketika A menyerahkan pekerjaannya ke B, B hanya mau menerimanya jika pekerjaan itu telah dikerjakan dengan baik. Dengan demikian, ia sekaligus sudah melaksanakan tugas kendali mutu yang pertama. Ia juga harus memastikan bahwa 100 potong itu juga harus dikerjakan dengan baik/sempurna. Jika tidak,maka itu berarti bahwa ia tidak mampu bekerja dengan mutu yang sempurna.sehingga ia harus menolak setiap potong yang ada cacatnya.

Prosedur yang sama  harus dikerjakan ketika B menyerahkan pekerjaannya ke C.

Lalu D melaksanakan tugas kendali mutu yang terakhir sebelum dikemas dan dikirimkan.

Ketika pihak manajemen menyerahkan pesanan ke unit produksi, maka D akan mendapat slip/kartu pesanan, yang berisi semua rincian yang diperlukan, seperti jenis batu permata. jenis perkakas-perkakas kecil untuk memasang barang-perhiasan itu ke tubuh pemakainya, tanggal selesai untuk 100 potong itu semuanya, dsb. Ia juga harus mengisi slip/kartu untuk A, B, dan C. Jika setiap bagian yang terlibat dalam produksi menerima satu slip/kartu pesanan, maka setiap bagian itu harus siap dan menyiapkan  rencana-rencana yang diperlukan. D mencek jadwal waktu dan memeriksa apakah produksi dapat menepati jadwal waktu yang telah diberikan itu. Jika timbul persoalan dan terjadi kemacetan, maka D harus melapor ke pihak manajemen dengan segera. D juga harus mencari solusi untuk mengatasi kemacetan itu.

Ketika B menerima100 potong dengan mutu sempurna dari A, maka ia harus menandatangani slip/kartu pesanan itu. A menyerahkan slip/kartu pesanan yang sudah ditandatangani itu ke pihak manajemen dan menerima slip/kartu pesanan yang baru. C akan menandatangani slip/kartu pesanan dari B. D akan menandatangani slip/kartu dari C. lalu,mungkin saja akan ada teguran/pujian yang ditulis pada slip/kartu pesanan itu oleh orang-orang yang menandatangani itu. Dengan cara begini, pihak manajemen akan dapat melihat semuanya secara lebih jelas apa yang terjadi di unit produksi ini.

Untuk semua orang yang menandatangani slip/kartu pesanan dari orang itu, yang menyerahkan pekerjaannya kepada mereka,maka yang paling penting di sini adalah selalu menolak setiap mutu yang buruk. Jika mereka tidak peduli, maka orang berikutnya pasti akan menolaknya dan tidak mau menandatangani slip/kartu pesanannya, sehingga ia sendirilah yang harus bertanggung-jawab.

Sistem Manajemen Pesanan

Teknik administrasi yang sama dapat digunakan untuk manajemen pesanan. Setiap pesanan dicatat dengan semua rinciannya yang penting. Ini juga mencakup, bagaimana pesanan itu diterima/diambil. Sambil mengingat-ingat kegiatan pemasaran yang mana yang sukses itu. Riset jenis ini penting artinya untuk merencanakan kegiatan pemasaran yang efektif berikutnya berdasarkan pengalaman-pengalaman ini.

Setiap contoh baru harus disertai dengan secarik kertas, lengkap dengan semua rinciannya. Dalam dunia perhiasan, hal-hal yang penting itu adalah: jenis logam dan beratnya. Jenis, ukuran, harga, dan mutu batu permatanya. Perkiraan lama waktu pembuatannya. Keterampilan khusus para karyawan yang dilibatkan, dsb.

Untuk dapat mengisi semua rincian dari secarik kertas yang disertakan ini, mungkin perlu dibuat sebagian dulu dari jumlah itu (misalnya: 5 atau 10 potong) untuk membereskan persoalan yang mungkin akan dapat terjadi sebelum menerima pesanan yang lebih banyak lagi. Yang juga penting artinya adalah kalkulasi harganya. kalkulasi harga ini baru akan tepat, jika semua biaya yang terlibat di dalamnya sudah dihitung semuanya.

Semakin banyak kita bicara tentang rinciannya, maka akan semakin jelas pula semuanya itu jadinya bahwa kerja tim dalam sebuah perusahaan itu akan membuat semua prosesnya dapat berjalan secara lancar. Dengan demikian, aliran informasi yang baik akan sangat penting artinya di antara pihak manajemen perusahaan, unit desain, dan unit produksi. Kerja tim akan meningkatkan performa perusahaan. Kerja tim akan meningkatkan keterlibatan para karyawan. Demikianlah, kerja tim ini akan membuat dunia terus berputar.

Perusahaan pembuat barang-perhiasan yang baik akan bekerja dengan tiga bagian utama yang sama pentingnya:

A Manajemen (administrasi, pemasaran, koordinasi)

B Desain

C Produksi

I.12. Desain

Bentuk geometris dasar:

Biasanya, desain itu dibuat dengan bentuk geometris dasar:

Gambar 69 bentuk dasar disain geometris

Desain adalah variasi dari bentuk-bentuk ini, yaitu suatu permainan dengan menggunakan ukuran, lokasi/tempat, dan warna

Gambar 70 disain perhiasan dari bentuk dasar geometrik

Bentuk-bentuk lainnya dapat diciptakan dengan menyusun/menumpang-tindihkan bentuk-bentuk dasar itu, dengan membulatkan garis-garis yang lurus

Gambar 71 tumpukan bentuk geometric       Gambar 72 bentuk disain lainnya

Sesungguhnyalah, desain itu merupakan suatu bidang yang benar-benar tak terbatas.

Gambar teknik juga penting sebagai bahasa penghubung antara desainer dengan dan pelaksana/pembuat contoh. Hal ini sangat istimewa pentingnya, jika misalnya: desainer itu bekerja di Eropa dan pelaksana/pembuat contoh itu bekerja di Nepal. Komunikasi lewat faksimili dan Internet dapat membuat saling tukar data dapat di buat menjadi secepat mungkin sekarang ini. Standar internasional untuk gambar teknik barang-perhiasan ini dapat dilihat dalam gambar grafik di bawah ini:

Jika cincinnya tidak simetris, tampak samping yang kedua akan sangat diperlukan untuk membuat lebih jelas lagi tentang bagaimana yang dimaksudkan itu sebenarnya.

Ukuran dalam millimeter juga harus ditambahkan untuk membuat lebih jelas lagi tentang ukurannya secara jauh lebih tepat (yang setepat-tepatnya).

Gambar grafik di berikut ini belum ditambahkan untuk membuat lebih jelas lagi tentang ukurannya secara jauh lebih tepat (yang setepat-tepatnya).

Gambar 73 dasar gambar kerja perhiasan

Alat-alat yang berguna untuk membuat desain

Letakkan penutup permukaan meja dari kaca/gelas dengan lampu di bawahnya di atas sebuah meja kecil. Dengan demikian sebuah sketsa yang di letakkan di atas penutup meja ini akan dapat dengan mudah dibuat secara lebih tepat hanya dengan meletakkan kertas lainnya di atasnya. Sinar lampu di belakangnya akan membuat sketsa itu akan dapat dilihat secara jauh lebih jelas lagi. Sungguh, suatu alat bantu yang sangat berguna untuk para desainer.

Gambar 74 meja pola

Keterangan Gambar

Tabletop = penutup permukaan meja

Glas = kaca/gelas

Lamp = lampu

Sebelum benar-benar mulai mengerjakan contoh logamnya, maka desainnya itu harus sudah benar-benar selesai dikerjakan secara sempurna. Karena akan banyak memakan waktu jika nanti perubahan itu harus dilakukan pada contoh logamnya.

Setiap orang yang kreatif itu selalu membangun ide-idenya berdasarkan pengalaman, mulailah dari diri Anda sendiri. Latar belakang Anda akan banyak membantu Anda dalam meningkatkan desain-desain Anda sendiri yang sudah Anda kenal. Jangan sekali-sekali mencoba untuk membangun balkon sebelum ada rumahnya. (balkon = serambi atas; teras lantai atas bangunan bertingkat).

Daripada mengembangkan 30 ide secara buruk, justru akan jauh lebih baik untuk meningkatkan 10 ide Anda sendiri secara sempurna! Satu inspirasi untuk desain barang-perhiasan itu dapat dikembangkan menjadi sederet (bahkan berderet-deret) contoh yang sangat bervariasi.

I.13. Target pasar dan pengembangan produk

Pengembangan produk harus didasarkan.pada pengetahuan tentang target pasar. Produk-produk Anda haruslah selalu ditingkatkan secara terus-menerus. Jika Anda punya konsumen grosir/partai besar, maka ia pasti akan tertarik untuk memesan barang-barang baru pada pemesanan berikutnya. Sehingga, dengan demikian, jika Anda tidak punya yang baru, maka ia pasti akan mengalihkan sebagian dari pesanannya ke orang lain.

Target pasar dapat diamati di pasar-pasar malam (di berbagai pekan raya). Penawaran dari toko yang laris dalam menjual ke kelompok target merupakan indikator yang baik. Lihatlah para pengunjung pameran barang-perhiasan di daerah Anda. majalah wanita/barang-perhiasan akan dapat menambah kesan pertama tentang target pasar ini.

Gambar 75 Bros emas kuning disain tradisional karya penulis

Gambar 76 Kalung emas putih disain moderen

Gambar 78 Perhiasan Pengantin Jawa disain tradisional karya penulis

Gambar 79 Perhiasan emas  kuning disain moderen

Gambar 80 Gesper perak disain tradisional karya penulis

Gambar 81  perhiasan perak dengan

hiasan motif pamor karya penulis

I.14. Gemologi (Ilmu tentang Batu-Permata)

I.14.1. Urutan Batu-Permata berdasarkan Kerasnya

Tabel 7

Urutan Batu-Permata berdasarkan Kerasnya

Kekerasan      Kekerasan potongan     Nama batu permata      Kelompok bahan

10                                140.000                      Berlian                                   Berlian

9                                  1.000                          Rubi                           Korundum

9                                  1.000                          Safire                         Korundum

8                                  175                             Spinel                                    Spinel

8                                  175                             Topaz sejati               Topaz

7½-8                           150-175                     Akuamarin                Beril

7½-8                           150-175                     Zamrud                      Beril

7½                               150                             Garnet                                    Garnet

7-7½                           120-150                     Turmalin                    Turmalin

7                                  120                             Ametis                                    Kuarsa

7                                  120                             Kristal                         Kuarsa

7                                  120                             Sitrin                           Kuarsa

Kekerasan        Kekerasan potongan       Nama batu permata Kelompok bahan

7                             120                             Mata kucing              Kuarsa

6½-7½                        80-150                                    Zirkon                         Zirkon

6½-7                           80-120                                    Agate                          Agate

menurut

6-6½                           37-80                          Batubulan                 Feldspar

6-6½                           37-80                          Spektrolit                   Feldspar

5½-6½                        20-80                          Opal                            Opal

5-6                              6-37                            Bintang hitam                       Diopsida

5-6                              6-37                            Lapis                          Lapis

5-6                              6-37                            Turquoise                  Turquoise

3-4                              4,5-5                           Koral                           —

3-4                              4,5-5                           Mutiara                       —

Setiap kali sebuah batu permata termasuk dalam satu kerabat mineral yang sama, maka batu-batu permata itu sebenarnya merupakan variasi dari mineral yang sama dengan kekerasan, struktur molekul, struktur kristal, dsb., yang juga sama. Sehingga yang bervariasi di sini ini sebenarnya hanya terletak pada komponennya saja (yaitu logam oksida), yang menunjukkan warnanya.

Nama merek/nama dagang, seperti Topaz Kuning, dan Bintang hitam itu, tidak boleh lagi dipakai di dunia barang-perhiasan di Eropa. Topaz Kuning adalah Sitrin. Bintang hitam adalah Diopsida. Untuk mengetahui perbedaan yang besar antara Topaz dan Sitrin. Lihatlah daftar batu permata berdasarkan kerasnya di atas

Setiap kali orang asing di Nepal mendengar Bintang hitam, maka mereka mengira bahwa itu adalah Safir Bintang hitam, sehingga nama dagang ini benar-benar membingungkan.

dalam perdagangan berlian, nilai berlian itu ditentukan oleh empat C yang terkenal itu, yaitu clarity, carat, colour, dan cut. (kejernihan, karat, warna, dan potongan/gosokan). penilaian tentang keempat C ini dilakukan oleh seorang gemologist (seorang gemolog, seorang ahli gemologi/ Ilmu tentang Batu-Permata) yang sudah berpengalaman. Berlian adalah satu-satunya batu permata yang hanya terdiri dari satu unsur C (karbon). Sedangkan semua mineral lainnya selalu memiliki struktur molekul yang agak rumit.

Berlian, safir dan rubi, serta garnet yang bersih kualitasnya memang tahan panas. Sehingga kadang-kadang hal ini menjadi sangat berguna dalam pekerjaan reparasi. Untuk peyolderan, keempat batu permata ini tidak perlu dilepas dari pasangannya. Hanya saja, pemanasan dan pendinginannya harus dilakukan secara pelan-pelan. Setiap inklusi di dalam batu permata itu dapat menimbulkan ketegangan yang membuatnya pecah menjadi ber keping-keping. (inklusi = bahan asing yang masuk ke dalam mineral)

I. 15.Daftar Persamaan Ukuran

I.15.1. Daftar persamaan sentimeter, Inci, dsb.

Tabel 8

Tabel Satuan

Satuan   Inci             Kaki    Yrd      Sentimeter

1 Inci =     1    0,083  0,027  0,540005

1 kaki =  12    1          0,33    30,480

1 yard = 36    3          1          91,44018

I.15.2. Gauge dan milimeter

Sistem gauge yang digunakan adalah sistem gauge kawat standar Inggris.

SW gauge = standard wire gauge = gauge kawat standar (gauge= tebal/ukuran kawat)

Tabel 9

Tabel gauge kawat

I.15.3. Ukuran Cincin

Secara teknik penting untuk diketahui, bahwa angka ukuran cincin di Eropa sama ukurannya dengan keliling dalam millimeter. Sebagai contoh, cincin berukuran 52 berarti bahwa diameter bagian dalamnya adalah 16,552 mm dan kelilingnya adalah 52 mm.

Rumus matematik:

diameter dalam mm x n(=3,1418)= keliling

16,552 mm x 3, 1418= 52,00

Jika ingin membuat cincin dengan lengkungan bahan logam, yang harus ditambahkan adalah ketebalan logam pada diameter. Misalnya ketebalan 2 mm – 16,552 + 2 mm = 18,552.

Keliling yang diperlukan adalah: 18,552 x 3,1418 = 58,29 mm.

58,29 mm adalah panjang bahan logam yang dierlukan. Dilengkungkan atau disambung, cincin tersebut akan berukuran 52.

Dengan demikian, system ukuran cincin Eropa merupakan system yang sangat berguna.

Ukuran Metrik:

unit        m         dm    cm        mm

1 meter = 1        10    100     1.000

1 dm =    0,1        1      10        100

1 cm =    0,01     0,1      1          10

1 mm=    0,001  0,01    0,1          1

Keterangan:

m = meter, dm = decimeter

cm = sentimeter, mm = millimeter

Tabel 10

Perbandingan ukuran cincin

I.16. Membuat Perhiasan dengan hiasan batu potongan cabochon.

Cabochon adalah bentuk potongan batu mulia yang berujud potongan bulat, setengah bulat polos. Bentuk-bentuk potongan seperti ini sulit untuk mengikatnya karena permukaannya yang polos tak bersisi apalagi bila batunya keras sehingga tidak bisa dibor/dilubangi untuk mengikatnya. Oleh karena itu perlu pemikiran untuk menemukan tehnik mengikatnya agar batu tersebut tidak lepas ketika sudah dipakai dalam bentuk perhiasan.

Batu mulia potongan cabochon bila dapat mengikatnya dengan baik maka akan menjadi sebuah perhiasan yang sangat menarik. Batu mulia potongan cabochon dapat berasal dari batu-batuan yang bermacam baik itu yang mudah ditemukan dimana saja di muka bumi ini yang karena mudah ditemukan maka harganya murah atau batuan yang langka yang susah ditemukan  dan biasanya memang marna dan karakternya yang sangat indah sehingga membuat menjadi mahal harganya.

Berbagai macam jenis batu mulia yang sering dipotong bentuk cabochon adalah:

Ruby, Safire, Kristoberil Aleksandrit, Kristoberil Mata Kucing, Jamrud, Akuamarin, Topas, Spinel, Garnet, Turmalin, Kuarsa Ametis (kecubung), Aghate ( yang sering disebut akik), Giok, Biduri, Opal, Jasper, Pirus, aneka fosil dsb. Masih banyak lagi.

Beberapa bentuk potongan cabochon:

Standard Cabochon

High Cabochon (bullet) Double Cabochon

Gambar 82 potongan cabochon

I.16.1. PERALATAN

  1. solder tools kit (Peralatan pemanas seperti brender dan bahan bakar   ( bisa LPG maupun bensin))
  2. crucible (kowi)
  3. ingot
  4. landasan pematrian
  5. pinset patri
  6. pinset permata
  7. gunting patri
  8. sengkang gergaji perhiasan
  9. mata gergaji perhiasan

10. kikir pelat tanggung kasar dean halus

11. kikir set kecil

12. ring mandrel

13. palu plastik 100gr

14. palu konde 100gr

15. setter stone

16. meja kerja perhiasan

17. rolling mill

18. tang pelat

19. tang bulat

20. sikat kawat

21. sikat gigi

22. nampan plastik

23. kompor listrik

24. mangkuk pirex

25. mesin polish

26. masker

I.16.2. BAHAN

  1. plat tembaga  20 gram
  2. patri perak 2 gram
  3. cabochon stones (batu mulia potongan cabochon) untuk liontin dan  bros
  4. alum (tawas) 100 gr
  5. buah lerak 2 butir
  6. detergent 1 saset
  7. lansol 10 gr

I.16.3. Beberapa teknik ikatan cabochon:

1. Box Bezel atau kerah kotak

2. Step Bezel atau kerah berundak

I.1.6. 4. PROSES KERJA

Prose pembuatan bezel/kerah:

I.16.4.1. Box Bezel atau kerah kotak

1).Lingkarkan bezel kawat/sabuk tipis sampai mengelilingi batuan, buatlah setepat mungkin sehingga batuannya dapat masuk secara pas.

Gambar 83 bezel

2). Sambungan ini dipatri dengan patri keras. Bersihkanlah ujung-ujungnya, gunakan patri sesedikit mungkin. Bezel harus kaku dan sedikit dipaksa untuk memasukkan batunya sehingga benar-benar mencengkeram dengan kuat/keras.

3). Memeriksa pas tidaknya apabila bezel tersebut terlalu kecil maka perpanjanglah pelat dengan palu besi di atas landasan besi atau bila sudah berbentuk lingkaran masukan ring mandrel lalu pukulah bezel untuk memperpanjnag lingkarannya.

Gambar 84 ukuran tinggi bezel

4). Kikir dan ampelaslah untuk mengurangi ketinggian. Terlalu tinggi akan mempersulit pemasangan dan akan menutup sebagian besar permatanya. Terlalu pendek tidak akan dapat mencengkeram batunya.

Gambar 85 mematri bezel

6) satukan pada dasaran dengan patri medium. Periksa pas tidaknya, gosokkan bezel pada ampelas yang rata, untuk membuat sisi bawahnya menjadi bersih dan benar-benar rata.

7). Buanglah bagian lembaran logam yang berlebih. Gunakan gergaji atau gunting untuk memotong bagian-bagian yang tersisa atau tidak digunakan. Buatlah lubang di bawahnya untuk mengatasi agar batu mudah ditekan ke luar apabila terjadi kesalahan dalam memasang batu. Pelubangan ini tidak sekedar membuat lubang semata-mata lubang tapi bisa dibuat menjadi hiasan.

Gambar 86 mematri bezel dengan cincin

8). Untuk penyatuan/perangkaian dengan unsur-unsur yang lain gunakanlah patri yang lebih rendah titik leburnya. Patrilah bezel tadi dengan kedudukan yang sebaik-baiknya pada konstruksi perhiasan yang dikerjakan cincin, subang, liontin dsb.

I.16.4.2. Step Bezel atau kerah berundak.

Keuntungan dari kerah ini adalah:

1). Bahan yang digunakan menjadi lebih sedikit, sehingga dapat menghemat biaya dan mengurangi bobot.

2). Pembuatannya lebih cepat daripada pembuatan bezel kotak, meskipun tergantung pula pada jenis yang digunakan.

3). Bezel jenis ini memungkinkan cahaya nampak melalui batuannya.

Gambar 87 step bezel cara 1

  1. setelah menyelesaikan sabuk bezelnya yang pas untuk batuanya, buatlah sabuk kedua yang masuk ke dalam sabuk pertama. Apabila bezelnya memiliki dasaran, maka sabuk ini tidak perlu dipatri.

Untuk batu yang bersegi, kikir miringlah bagian dalam dari sabuk tersebut sebelum mematri kedua bagian.

  1. Cara lain adalah membuat undak-undakan lebih dahulu sebelum melingkarkan bezel itu mengelilingi batu. Untuk menghindari kelebihan patrinya, kikirlah sudutnya seperti nampak pada gambar. Variasi dari cara tersebut adalah dengan mengunakan kawat untuk mendapat bantalannya. Buatlah permukaan yang rata supaya sambungan patrinya rapi. Kawat yang setengah bulat dapat digunakan untuk batu bersegi.

Gambar 88 step bezel cara 2

I.16.5. Membuat perhiasan secara keseluruhan.

I.16.5.1. Membuat Hiasan Daun

Gambar pola daun ditempel di atas plat tembaga kemudian dipotong dnegan gergaji perhiasan

Gambar 89 Memotong pelat tembaga berbentuk daun untuk bros dan liontin

Gambar 90 komponen perhiasan

Gambar 91 Komponen lain

I.16. 2. Membuat Tempat batu/bezel/kerah

Memotong pelat dengan lebar 3 mm panjang, kemudian dibentuk sesuai bentuk dan ukuran batu.

Gambar 92 Membentuk bezel/kerah

Gambar 93 Tempat batu/bezel/kerah

I.16.3. Membuat hiasan sulur dan peniti dari kawat.

Batangan/kawat besar di canai menjadi kawat berukuran 1mm untuk bahan membuat sulur dan peniti, dengan memasukkan kawat ke dalam pelat pencanai dan ditarik dengan tang  secara berurutan dari lubang yang besar sampai dengan kuran kawat yang diiinginkan.

Gambar 94 Mencanai kawat

Gambar 95 sulur-sulur daun

Gambar 96 Jarum dan komponennya

I.16.4. Merangkai dengan mematri

Benda kerja yang sudah siap dipatri (sudah bersih, dsb.) ditempatkan pada landasan patri, bagian yang akan disambung dilekatkan dan dijepit namun bagian yang akan dipatri tidak tertutup penjepit. Bagian yang akan dipatri diolesi boraks cair dengan kuas, kemudian disemprot api ringan sampai cairan boraks kering. Potongan patri dicelup ke dalam boraks cair  dan ditempelkan di atas bagian yang akan dipatri menempel pada boraks yang sudah kering sambil dipanasi ringan dan boraks pada patri mengering dan patri menempel pada bagian yang akan dipatri. Kedua bagian yang akan dipatri dipanasi perlahan-lahan dimulai dari ujung-ujung logam sampai merah ( bukan pada bagian yang dipatri), pemanasan dilakukan terus setelah ujung-ujung merah kemudian seluruh bagian dipanasi sampai merah terutama pada bagian pateri. Setelah patri mencair dan mengisi rongga sempit diantara kedua bagian logam yang dipatri pemanasan dihentikan. Pematrian yang baik bila pemberian patri hanya sekali. Dengan demikian perhitungan banyaknya patri dengan luasnya bagian yang dipatri sangat diutamakan. Hasil penyambungan dengan patri yang baik dan sempurna adalah hasilnya seperti garis kecil yang menghubungkan dua bagian.

Gambar 97 Mematri dengan patri perak

Gambar 98 Rangkain bros yang sudah selesai dipatri

Gambar 99 Rangkaian Liontin yang sudah selesai dipatri

I.16.5. Membersihkan dan melapis emas

Perhiasan yang sudah selesai dikerjakan dibakar sampai merah kemudian dimasukan ke dalam larutan asam sulfat 10%. Barang-barang akan menjadi berwarna merah jernih. kemudian disikat dengan sikat kawat, air dan buah lerak atau dtergen cair sampai bersih mengkilat, dan dibilas dengan air bersih. Kemudian batu dipasang pada tempatnya dengen memasukan batu ke bezel masing-masing lalu ditekan sampai batu benar-benar mantap kedudukannya, tidak goyang. Bibir bezel yang tebal dan agak tajam dikikir sampai rata dan diampelas hingga rata, dikerok bekas kikirannya dengan pengerok yang tajam, kemudian di polis hingga mengkilap.

Gambar 100 mengkilapkan dengan mesin polis

Selanjutnya barang-barang dicuci bersih hingga tidak ada lagi noda atau minyak menempel lalu perhiasan dilapisi dengan larutan emas dengan cara electroplating agar perhiasan tembaga berwarna seperti emas.

Gambar 101 Bros yang sudah jadi

Gambar 102 Liontin yang sudah jadi

Gambar 103 cincin dengan ikatan permata box bezel

Gambar 104 liontin dan subang dengan ikatan permata claw setting

DAFTAR PUSTAKA

Uncracht, Oppy. 1985. Jewelery Concept And Technology. London: Robert Hale.

Untract, Oppi. 1968. Metal Techniques for Craftsmen : A Basic Manual for Craftmens on teh Methods of Farming and Decorating Metals. New York : Doubleday & Company, Ltd.

Wicks,Silvia; 1992; Jewellery Making Manual; London: Little, Brown, and Company

McCreight,Tim; 1986 -;The Complete Metalsmith;Massachusetts: Davis Publcations,Inc.

Evans,Chuck; 1983; Jewelry: contemporary design and technique; Masschusetts: Davis Publications,Inc.

  1. salam kenal dan selamat datang di blog kami…!! kami juga sangat senang ternyata blog ini sangat diperlukan..
    kalau di jakarta .. bukan wilayah kami, tapi seandainya berminat datang aja ke PPPPTK Seni dan BUdaya Sleman Yogyakarta
    terima kasih.

  2. selamat datang di blog kami pak samsudin.. silahkan aja pak.. jika ingin meng-copy

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: